Penulis: Gilbert Natanael Pardosi
Melihat rekam jejak Steven Simanungkalit di tiga tahun belakang, ia sudah banyak mengantongi empat belas single seperti “Telat”, “Sampai”, “Vivid”, “Sunshine”, “She Got Me”, dan lainnya. Setiap tahunnya, Steven tak pernah absen untuk meluncurkan karya-karyanya. Pada semester awal ini, Steven telah merilis single terbarunya berjudul “Kira-kira”.
Sebuah lagu yang akan menjadi pengingat kita, bahwa membandingi pencapaian seseorang dengan diri sendiri adalah sebuah keputusan bodoh yang membawa kita kepada rasa frustasi. Lagu ini mengajak kita untuk melihat fase manusia yang sedang hidup dalam bayang-bayang quarter life crisis.
Steven Sahat Simanungkalit adalah nama lengkap pria asal Batam yang sedang menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Musik, Institut Seni Indonesia. Melihat rekam jejaknya, pria ini terbilang konsisten dalam berkarya. Rasa tumbuh dan kembangnya nampak pada single terbarunya, “Kira-kira” yang lebih eksperimental dari yang sebelumnya, lebih groovy, dan semakin catchy.
Informasi tentang perilisan single “Kira-kira” tersiar melalui seorang kawan dari kerabat kerja Aksaratala. Akhirnya kami berkesempatan untuk mewawancarai pria kelahiran Batam ini setelah berhasil mencegatnya di warung makan Pecel Pincuk.
Aksaratala (A): Boleh diceritakan nggak, kapan mulai tertarik menggeluti dunia musik?
Steven Simanungkalit (SS): Waktu kecil, aku kurang tertarik sama musik. Aku sukanya menggambar. Kakakku juga suka menggambar. Jadi kami sering dikasih kertas untuk gambar-gambar. Kami juga pernah ekskul menggambar pas SD, terus ikut kompetisi menggambar juga.
Aku mulai tertarik sama musik waktu kakak ku ekskul drum. Jadi aku ikutan ekskul drum juga, tapi minatnya sebentar aja. Sama juga, (minatnya sebentar) waktu aku mulai belajar piano dan gitar. Jadi selama SD, musik itu cuma sebentar aja sukanya. Waktu SMP juga kurang minat musik, maunya jadi atlit Taekwondo–terus mau masuk SMA–mau jadi atlet basket.
Minat musiknya ada lagi waktu aku kelas 2 SMA, karena nonton film dokumenter band Coldplay–judulnya “A Head Full of Dreams”. Habis nonton film itu, aku langsung belajar lagi main musik sampai sekarang.
Aksaratala (A): Kalau boleh tau apa sih yang bikin kamu tertarik untuk melanjutkan musik sampai sekarang? Adakah dorongan dari film tersebut? Atau adakah hal lainnya?
Steven Simanungkalit (SS): Dorongan dari filmnya masih ada. Ada juga dorongan dari musik-musik mereka dan musik-musik yg lain–dan salah satu hal yang sangat mendorong itu dukungan dari keluarga.
Aksaratala (A): Kalau boleh tau lagi nih, identitas musik kamu itu berkiblat ke musik yang seperti apa sih?
Steven Simanungkalit (SS): Secara keseluruhan mungkin bisa dibilang pop.
Aksaratala (A): Apakah ada musisi yang kamu kagumi atau menjadi panutan dalam berkarya?
Steven Simanungkalit (SS): Frank ocean. Karena aku sering bingung, gimana dia bisa buat suara yang aneh. (Hal itu) jadi bagian yang aku suka dari musiknya.
Aksaratala (A): Ngomong-ngomong, single terbaru kamu “Kira-kira” ini tentang apa sih?
Steven Simanungkalit (SS): Jadi lagu ini tentang perasaan ketertinggalan jauh dari orang-orang lain. Kalo kita lihat keberhasilan-keberhasilan orang lain yang lebih besar daripada kita–kita bisa jadi iri, marah, kecewa, malu–terus khawatir sama masa depan kita.
Aksaratala (A): Boleh ceritakan bagaimana proses produksi single terbaru “Kira-kira”?
Steven Simanungkalit (SS): Awalnya dari freestyle, nyanyiin melodi-melodi waktu di lampu merah. Baru deh, dapat melodi simpel–yang jadi melodi utama lagunya. Terus mulai rekam gitar, piano, bas, drum, dan vokal di bagian chorus. Terus dilengkapi verse, backing vocal, interlude, intro, dan ending lagu.
Proses produksi lagunya pake hp dengan aplikasi Garageband. Semua suara dalam lagu dibuat dengan instrumen-instrumen di Garageband, kecuali vokal, gitar dan satu bagian kecil di intro tepat sebelum chorus pertama.
Aksaratala (A): Dari sekian banyak perjalanan single yang telah dirilis, apakah ada rencana ingin membuat album?
Steven Simanungkalit (SS): Ada rencana untuk buat album, tapi masih lama. Karena–selain belum nentuin temanya–masih ada ide lagu-lagu single yang mau diselesaikan dulu.
Aksaratala (A): Apa sih alasan yang buat kamu terus membuat karya?
Steven Simanungkalit (SS): Rasa identitas yang pasti–waktu lagi berkarya.
Aksaratala (A): Dari sekian banyak single yang udah dikeluarin, ada yang pernah dibawakan secara live? Sekalian deh, harapan kamu untuk kedepannya bagaimana?
Steven Simanungkalit (SS): Kalo live belum ada–walaupun ada kesempatan beberapa kali–tapi belum cukup percaya diri. Harapan kedepannya bisa selalu bersungguh-sungguh dalam bermusik dan bisa jadi berkat buat orang lain juga.
Aksaratala (A): Terakhir ya, dalam waktu dekat atau jangka panjang nanti ada sesuatu yang sedang dipersiapkan?
Steven Simanungkalit (SS): Ada 1 lagu yg lagi proses. Lagunya punya suara yg lebih gelap dari single sebelumnya, dan ada perbedaan di jenis instrumen-instrumennya.
Editor: Aqilah Mumtaza
Foto Sampul: Steven Simanungkalit
