Tag: Musik

Trokamatra : Arah Baru yang Menautkan Musik dan Sastra

Trokamatra menjadi sebuah manifestasi yang mempertemukan sastra dan musik dalam proyek pertunjukan kolaborasi musikalisasi puisi. Belum pernah sepanjang kaki saya menginjakan kaki di kampus Sewon, terjadi sinergi antara teman-teman dari domain musik dan sastra. Teman-teman musik yang notabene berkacamata kuda, begitu pun teman-teman sastra yang juga punya cara pandangnya sendiri terhadap dunia dan seisinya.

Mengalunkan Kembali Harmoni Musik Jazz dalam “ISI Jazz Camp 2025”

Rabu 12 November 2025 bertempat di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ISI Jazz Camp membuka rangkaian kegiatannya untuk edisi 2025 ini. ISI Jazz Camp merupakan kegiatan pembelajaranyang diadakan secara intensif bagi para musisi jazz dari dalam maupun luar ISI Yogyakarta dan dapat diikuti secara gratis. Program ini adalah agenda tahunan yang digelar oleh program studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta yang beberapa tahun belakangan ini sempat berhenti.

Hakikat Sangga Praja : Sebuah Catatan untuk Hajatan F-Hole Concert ke-13

Sebuah adagium besar menggema, terucap “Adat sebagai penopang Nusantara” selaku tajuk konser F-Hole String Orchestra yang ke-13. Malam itu hari terakhir di bulan Februari tahun 2025. Concert Hall ISI Yogyakarta terpantau ramai. Teman-teman pemain violin, viola, cello dan double bass tampak mengamplifikasi pesona itu karena atribut di busananya. Baik terletak di penghias kepala, begitu pun di bagian tubuh yang lain.

Ulasan Video Klip “Mencekik Doksa”: Rilisan Termutakhir dari Vortex of Hatred

Tanpa memilih diksi-diksi frontal yang agresif, Vortex of Hatred justru memilih menunjukan amarah, pesimisme, dan gugatan lewat agresivitas di ruang performatifnya. Vocal scream dan musiknya yang terlampau garang tampil sebagai sintesis atas apa yang ditampilkan lewat idiom visual maupun penggunaan bahasanya. Di sisi lain, imaji frontal yang barangkali sudah menjadi kekhasan bagi band-band metal tampak diingkari dan didandani dengan narasi implisit yang butuh ditelaah secara semiotis. Maka menjadi penting untuk melihat bahwa ada varian artikulasi yang perlu dinegosiasikan dan diterima. Bahwa ruang bagi resistensi dan suara perlawanan juga boleh mewakili kalangan intelektual, begitu juga mereka yang bersetia pada nilai-nilai artistik.

Merawat Jejak Berkarya Melalui Kompilasi Musik Kerabat ISI Yogyakarta 2024

Sadar atau tidak, selalu ada hal-hal baik dalam 12 bulan ini, namun kadang terlupakan atau sembunyi di balik rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, Aksaratala ingin merayakan tutup tahun 2024 dengan melihat kembali, memutar memori, dan mengapresiasi mereka yang telah berani menciptakan dan menyebarkan karya-karyanya melalui musik. Perayaan tersebut dinyatakan melalui aktivasi perdana kami, yaitu Svara dari Selatan. Ini merupakan kompilasi yang merangkum aktivitas tahunan mereka yang dari ISI Yogyakarta, yang berkarya dalam koridor musik populer, baik solo maupun kelompok. Svara dari Selatan akan menjadi proyek inisiatif tahunan Aksaratala yang kiranya dapat menyimpan informasi tentang riwayat proses berkarya mereka.  Dicatatnya jejak mereka niscaya menjadi penular semangat baik untuk teman-teman agar ikut bergerak dan terus berkarya lewat musik.