Sebelum sampai di tempat acara, saya disambut oleh pohon-pohon bambu yang menyerupai gapura selamat datang. Gapura yang amat tinggi, terbuat secara alami, dan rasanya agak menyeramkan saat melintas di malam hari. Ditambah jalanan yang sedikit menurun, kemudian sedikit menanjak, membuat saya berpikir, “unik juga jalur perhelatan ini”. Hal itu mengingatkan saya pada Ngayogjazz 2023.
Melanjutkan perjalanan, saya melihat kursi merah telah berbaris bersama yang mendudukinya, menghadap panggung yang dandanannya cukup sederhana, dan akan menjadi saksi meluncurnya album musik puisi yang garapannya sudah masak dan siap dibagikan. Bebunyian pun mulai keluar dari pori-pori pengeras suara dan mulai mencuri sorot mata pengunjung. Saya melihat sekeliling dan menangkap raut muka semua orang penuh dengan antusias.
