Malam itu tepat perayaan hari ibu, 22 Desember 2025, saya duduk menyaksikan rehearsal teater “Sari Almon Jeli” tanpa bekal apa-apa, hanya hati yang terbuka untuk menerima kejutan demi kejutan yang tak terduga. Teater dipentaskan di Auditorium Teater Rendra, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta.
Tag: ISI Yogyakarta
Trokamatra : Arah Baru yang Menautkan Musik dan Sastra
Trokamatra menjadi sebuah manifestasi yang mempertemukan sastra dan musik dalam proyek pertunjukan kolaborasi musikalisasi puisi. Belum pernah sepanjang kaki saya menginjakan kaki di kampus Sewon, terjadi sinergi antara teman-teman dari domain musik dan sastra. Teman-teman musik yang notabene berkacamata kuda, begitu pun teman-teman sastra yang juga punya cara pandangnya sendiri terhadap dunia dan seisinya.
Mengalunkan Kembali Harmoni Musik Jazz dalam “ISI Jazz Camp 2025”
Rabu 12 November 2025 bertempat di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ISI Jazz Camp membuka rangkaian kegiatannya untuk edisi 2025 ini. ISI Jazz Camp merupakan kegiatan pembelajaranyang diadakan secara intensif bagi para musisi jazz dari dalam maupun luar ISI Yogyakarta dan dapat diikuti secara gratis. Program ini adalah agenda tahunan yang digelar oleh program studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta yang beberapa tahun belakangan ini sempat berhenti.
Mallet’s Day #3 “Circle”: Menyatukan Pelaku Perkusi, Menyemai Perkawanan
Penulis: Hati Bening Asy Syahiidah Pada hakikatnya, memperdengarkan bunyi adalah cara agar tujuan dari musik dapat tersampaikan. Akan tetapi, komunikasi musikal tak bisa lepas dari […]
Hakikat Sangga Praja : Sebuah Catatan untuk Hajatan F-Hole Concert ke-13
Sebuah adagium besar menggema, terucap “Adat sebagai penopang Nusantara” selaku tajuk konser F-Hole String Orchestra yang ke-13. Malam itu hari terakhir di bulan Februari tahun 2025. Concert Hall ISI Yogyakarta terpantau ramai. Teman-teman pemain violin, viola, cello dan double bass tampak mengamplifikasi pesona itu karena atribut di busananya. Baik terletak di penghias kepala, begitu pun di bagian tubuh yang lain.
Ulasan Video Klip “Mencekik Doksa”: Rilisan Termutakhir dari Vortex of Hatred
Tanpa memilih diksi-diksi frontal yang agresif, Vortex of Hatred justru memilih menunjukan amarah, pesimisme, dan gugatan lewat agresivitas di ruang performatifnya. Vocal scream dan musiknya yang terlampau garang tampil sebagai sintesis atas apa yang ditampilkan lewat idiom visual maupun penggunaan bahasanya. Di sisi lain, imaji frontal yang barangkali sudah menjadi kekhasan bagi band-band metal tampak diingkari dan didandani dengan narasi implisit yang butuh ditelaah secara semiotis. Maka menjadi penting untuk melihat bahwa ada varian artikulasi yang perlu dinegosiasikan dan diterima. Bahwa ruang bagi resistensi dan suara perlawanan juga boleh mewakili kalangan intelektual, begitu juga mereka yang bersetia pada nilai-nilai artistik.
Merawat Jejak Berkarya Melalui Kompilasi Musik Kerabat ISI Yogyakarta 2024
Sadar atau tidak, selalu ada hal-hal baik dalam 12 bulan ini, namun kadang terlupakan atau sembunyi di balik rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, Aksaratala ingin merayakan tutup tahun 2024 dengan melihat kembali, memutar memori, dan mengapresiasi mereka yang telah berani menciptakan dan menyebarkan karya-karyanya melalui musik. Perayaan tersebut dinyatakan melalui aktivasi perdana kami, yaitu Svara dari Selatan. Ini merupakan kompilasi yang merangkum aktivitas tahunan mereka yang dari ISI Yogyakarta, yang berkarya dalam koridor musik populer, baik solo maupun kelompok. Svara dari Selatan akan menjadi proyek inisiatif tahunan Aksaratala yang kiranya dapat menyimpan informasi tentang riwayat proses berkarya mereka. Dicatatnya jejak mereka niscaya menjadi penular semangat baik untuk teman-teman agar ikut bergerak dan terus berkarya lewat musik.
Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta Menjuarai Malaysian Choral Eisteddfod International Choral Festival 2024
Penulis: Rindu Sangmesih Wijayanti Pada Minggu (10 /11/2024), tercatat sebagai hari yang membanggakan bagi kelompok Paduan Suara Mahasiswa Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta. Pasalnya, Vocalista […]
Wind Recital yang Menyudahi Kerinduan Musisi Tiup akan Panggung Pentas
Kembali menghimpun langkah demi langkah di jalanan yang gelap dan tidak rata menuju Concert Hall ISI Yogyakarta. Hari ini 17 Mei 2024 pukul 18.59 aku berlari dengan tergesa menuju tempat tujuan untuk menyambangi Wind Recital yang diselenggarakan Ruang Tiup 25, wadah yang diciptakan bocah-bocah musisi tiup untuk menjadi ruang eksperimen. Setelah sukses besar dengan penyelenggaraan Wind’s Day 21 Januari lalu, mereka kembali muncul menghadirkan sajian pentas instrumen tiup ke hadapan khalayak ramai. Keterbatasan ruang menjadi bara api yang tak pernah padam bagi para peniup ini. Angkat topi untuk semua usaha-usaha yang dilakukan.
Wawancara Steven Simanungkalit dan Single Terbarunya “Kira-kira”
Melihat rekam jejak Steven Simanungkalit di tiga tahun belakang, ia sudah banyak mengantongi empat belas single seperti “Telat”, “Sampai”, “Vivid”, “Sunshine”, “She Got Me”, dan lainnya. Setiap tahunnya, Steven tak pernah absen untuk meluncurkan karya-karyanya. Pada semester awal ini, Steven telah merilis single terbarunya berjudul “Kira-kira”.
