Mengalunkan Kembali Harmoni Musik Jazz dalam “ISI Jazz Camp 2025”

Rabu 12 November 2025 bertempat di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ISI Jazz Camp membuka rangkaian kegiatannya untuk edisi 2025 ini. ISI Jazz Camp merupakan kegiatan pembelajaranyang diadakan secara intensif bagi para musisi jazz dari dalam maupun luar ISI Yogyakarta dan dapat diikuti secara gratis. Program ini adalah agenda tahunan yang digelar oleh program studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta yang beberapa tahun belakangan ini sempat berhenti.

Meneroka Kesetaraan dan Ego Dalam Kisah  “Jacquarie : Harmony Of The Unheard” Oleh Sawo Kecik String Orchestra

Sesuai dengan tajuknya, .“Jacquarie : Harmony Of The Unheard” mengangkat latar belakang revolusi Perancis di tahun 1789-1799. Periode pergolakan politik, runtuhnya kekuasaan monarki absolut dan feodalisme. Konser SKSO #8 mencoba mengemas kisah penderitaan rakyat jelata dan kaum borjuis pada periode tersebut. Serta dikaitkannya pula latar “Jacquarie”, yaitu pemberontakan petani yang terjadi di daerah utara Perancis. Istilah “Jacquarie” digunakan sebagai lontaran cemooh bangsawan kepada petani yang mereka anggap sebagai kaum rendahan. Tema ini dilatarbelakangi oleh fenomena kontroversial dan menarik dalam pelajaran sejarah musik yang mereka pelajari.

“Introduction: La Guitarra Clásica” Konser Intim Menyambut Tunas Baru Gitar Ekstra Mahasiswa

Tanggal 26 September 2025 dipilih sebagai momentum mini konser perdana yang digelar dalam rangka penerimaan anggota baru angkatan 2024. Mini konser digelar dengan tajuk “Introduction: La Guitarra Clásica” yang berarti sebuah “Pengenalan: Gitar Klasik”. Judul yang memadukan Bahasa Inggris dan Spanyol ini  menegaskan dua hal; sifatnya sebagai pembuka sekaligus penghormatan pada akar sejarah gitar klasik di tanah Spanyol. Melalui pertunjukan karya-karya pilihan, mini konser ini mengajak penonton memahami karakter, jiwa, serta nilai estetika gitar klasik. 

Gelaran Kolaborasi Total Perkusi dalam Mallet’s Day III: Circle

Merawat tradisi tahunannya, Total Perkusi kembali menggelar Mallet’s Day – sebuah perayaan sekaligus pesta ritmik yang sudah dinanti. Perayaan ini memasuki edisi ketiga dengan tajuk Mallet’s Day III: Circle. Tepat hari Sabtu (27/09) kegiatan ini berlangsung di Teater Arena ISI Yogyakarta, menghadirkan kolaborasi sejumlah kolektif perkusi yakni Bekereng Percussion dari SMM Yogyakarta dan KESPER dari ISI Yogyakarta. 

Masa(k) Musik: Mencicipi dan Merasakan Musik dari Dapurnya

Masa(k) Musik, sesuai namanya merupakan ruang yang menyimpan sisi tersembunyi dari pembuatan musik; bak mengajak audiens untuk mengendus, mencicipi, merasakan musik dari dasarnya. Dewasa ini, begitu jarang penikmat musik mengetahui karya sampai ke inti dasarnya, seperti ide di balik pembuatan karya dan aspek intramusikal lainnya. Digitalisasi dan globalisasi membuat dunia semakin ‘cepat’ sehingga tak jarang orang menjadi luput atas dasar dari pada seni. Dalam konteks musik, seni adalah ekspresi yang ditampilkan dalam wujud bunyi-bunyian. Ekspresi tersebut menyampaikan perasaan maupun pesan kepada pendengar dengan harapan mereka dapat ikut merasakan.

Menghidupi Mimpi Kemerdekaan: Kisah Ferdinan Fajar Ramadan, Flutist Gita Bahana Nusantara 2025

Gita Bahana Nusantara merupakan mimpi indah bagi musisi-musisi muda. Bermain musik orkestra di istana negara sering dipandang sebagai pencapaian yang akan membawa musisi-musisi muda ini ke petualangan yang baru. Mimpi ini juga selalu didambakan oleh kawan baik saya sedari putih abu, Ferdinan Fajar Ramadan yang saya panggil dengan Ferdinan. Ferdinan merupakan mahasiswa Prodi Penciptaan Musik ISI Yogyakarta angkatan 2022. Pertama kali saya bertemu Ferdinan ketika kami sama-sama menjadi siswa instrumen flute Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta 2019. Sejak saat itu, mimpi ini terus memupuk di benak Ferdinan hingga akhirnya di tahun 2025 ini, mimpinya berbuah dengan manis.

Pancawarna Tersirat Melalui Denting Piano Konser Varichiavi : Menuai Imaji Sinestesia Musik

Konser Varichiavi mengangkat konsep independen dimana para pianis ingin menunjukkan pandangan dari setiap karakter individu lewat karya yang disajikan. Selain itu, Varichiavi terinspirasi dari konsep sinestesia, di mana warna tidak hanya muncul dari apa yang kita lihat namun juga dari apa yang dapat dirasakan melalui indera pendengaran. Dengan membawa aspek pluralitas indera, Varichiavi menyajikan visualisasi warna melalui musik. Perpaduan antara konsep independen dan sinestesia membuat Varichiavi seolah-olah menjadi kunci untuk membuka pintu imajinasi. “Karena kekaguman kami pada synesthesia music, maka dari itu pada kesempatan debut konser kali ini bertajuk Varichiavi: Finding Colors Trough Music.” Papar Valen sebagai ketua pelaksana.

Candramawa: Setiap Kita Punya Ritma Tuk Tumbuh Lebih Baik

Ritmadaya merupakan nama proyek yang diusung oleh tim MBKM dari Program Studi Musik angkatan 2022 yang menggabungkan dua unsur, yaitu ritma yang berasal dari kata ritme, menggambarkan pola teratur dalam musik, gerak, maupun kehidupan dan daya yang berarti kekuatan atau energi. Jika digabungkan, Ritmadaya mencerminkan semangat akan kekuatan ritmis dan energi yang mengalir harmonis dalam keteraturan. Nama ini merepresentasikan keseimbangan, kreativitas, serta daya tahan yang hadir dalam perjalanan bermusik dan menjalani kehidupan. Tajuk konser malam ini pun melingkupi esensi yang sama, “Candramawa” memiliki makna hitam bercampur putih, simbol harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan.