Ultima Carta Sebagai Surat Perpisahan Yang Manis Dari Orkes Mahasiswa ISI Yogyakarta

Penulis: Rindu Sangmesih Wijayanti

Kamis, 7 Desember 2023 merupakan malam yang manis bagi segenap keluarga Orkes Mahasiswa. Pasalnya, malam ini adalah puncak dari kepengurusan Orkes Mahasiswa 2022-2023. Dalam pidato sambutan Juan Thomas, selaku ketua pelaksana, berharap agar kepengurusan Orkes Mahasiswa dapat menciptakan hal-hal spektakuler.

Dalam acara malam itu, sajian pembuka menampilkan karya Symphony No. 4 in A Major Op. 9 gubahan Felix Mendelssohn. Karya monumental dari komponis kebangsaan Jerman tersebut memberikan atmosfer yang menggembirakan bagi penonton. Iringan setiap section memiliki kesan magisnya sendiri-sendiri. Karya ini menjadi awal baik bagi berlangsungnya konser perpisahan malam itu.

Dilanjutkan dengan bebunyian pada bagian pertama Cello Concerto in C Minor Op. 7 dari komposer kebanggaan Indonesia dan ISI Yogyakarta, Radityawan Gilar Risangaji. Karya yang baru saja diselesaikan pada tahun 2023 ini dimainkan dengan mengagumkan oleh soloist, Gian Nugra Adanta, “Merasa kesusahan di bagian double stop tapi jujur seneng banget bisa memainkan karya pertamanya Risang,” ucapnya. Sang komposer sendiri mengaku terinspirasi dari karya-karya komponis Rachmaninoff, Beethoven, Klengel, Wagner dan banyak komposer era romantik abad 19 lainnya. Memang, karya ini memberikan gaya musik klasik era romantik yang begitu kental. Sejak pertunjukan dimulai, karya ini mampu mengundang bunyi tepuk tangan yang gemuruh untuk kedua kalinya.

Para pemain melakukan foto bersama dengan kondakter Budi Utomo Prabowo (dok. Sisih Selatan)

Memasuki sesi kedua, penonton kembali dipertontonkan sajian luar biasa milik virtuoso violin yang terkenal, Violin Concerto No. 1 Op. 6 karya Niccolo Paganini dengan memainkan bagian pertama saja. Rifki Adriansyah Arif, sebagai soloist pada karya ini mengaku puas dengan penampilannya malam itu. Sepanjang repertoar ini dimainkan, penonton seperti tersihir dengan kelihaian Rifki ketika memainkan teknik-teknik yang begitu sulit. Bahkan emosi dari permainannya mendarat dengan apik di hati penonton. Pemain Orkes Mahasiswa juga dengan penuh perhatian memberikan nada-nada iringan yang terbaik di bawah gerakan tangan sang pengaba. Musik terakhir Tannhauser Overture karya Richard Wagner menutup rangkaian surat perpisahan pada konser malam itu.

Satu hal menarik disampaikan oleh Budi Utomo Prabowo selaku conductor, “Karya terakhir milik Wagner yang paling sulit. Terutama di bagian terakhir, milik biola satu itu sangat rumit padahal mereka hanya selaku sound effect saja. Mempertimbangkan seratus birama lebih yang dimainkan tentu endurance akan sangat krusial. Tapi semua orkestra memiliki kesulitan, saya memiliki banyak referensi, dan saya coba untuk mengatasi kesulitan dari sana.” Repertoar ini dimulai oleh harmoni yang indah oleh alat musik tiup. Dengan gerakan tangan yang mengayun, seluruh instrumen dalam orkestra memberikan sajian yang indah. Repertoar berakhir, tepuk tangan penonton memenuhi gedung konser malam itu. Apresiasi yang mendalam atas perpisahan yang tersajikan dengan apik.

Sebagai Kelompok Kreativitas Mahasiswa (KKM) tertua di Jurusan Musik, ISI Yogyakarta. Orkes Mahasiswa menjadi tempat terbaik untuk berkembangnya setiap mahasiswa yang bergelut di dunia orchestra. Harapan besar bagi keberlangsungan Orkes Mahasiswa juga disampaikan oleh sang conductor, “Saya berharap mereka lebih bisa disiplin lagi untuk datang latihan. Karena mereka memang punya potensi yang begitu besar. Berjalannya wadah-wadah seperti ini akan sangat berguna, menurut saya.” Berjalannya masa bakti pengurus periode 2022-2023 tentu tak luput dari rintangan. Dengan terus menatap tujuan utama dari Orkes Mahasiswa, pasti akan memberikan ikatan yang kuat bagi setiap anggota dan regenerasinya yang akan terus berjalan. Ultima Carta akan selalu terkenang menjadi surat perpisahan yang manis bagi semua yang menjadi bagiannya.

Editor : Gilbert Natanael Pardosi
Foto Sampul : Sisih Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *