Chamber Music Space : Sinergi Dinas Kebudayaan & Talenta Musisi Muda

Penulis: Daniel de Fretes

Jumat petang waktu Yogyakarta, kegelisahan memuncak kala mahakarya komposer asal Jerman – Felix Mendelsohn yang berwujud piano trio mengemuka di panggung Chamber Music Space. Sesuai dengan judulnya, ide romantisme Molto Allegro Agitato yang tersaji bagaikan mesin waktu yang menghadirkan atmosfer Eropa Barat abad ke-19. Agitato diasosiasikan dengan agitated. Tak sekedar gelisah namun emosi mendalam melalui ekspresi intelektual yang elegan. Eloquence Chamber dengat brilian menghadirkan keajaiban melalui gerak tangan mereka di atas instrumen.

Penampilan Vocal Groove diiringi pianis

8 Desember 2023, Chamber Music Space digelar di Auditorium Sekolah Musik Kawai Yogyakarta. Terprogram tiga group musik kamar dengan ragam repertoar musikal termasuk juga karya-karya komposer muda. Selain kesahihan musik kamar yang ditawarkan Eloquence Chamber, tampil pula Vocal Groove – kelompok vokal entertain asal Yogyakarta yang menyajikan aneka musik populer seperti lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa, Kahitna, The Groove, dan Maudi Ayunda. Selain itu ada Lagu Tradisional Jawa Lir-Ilir yang dikemas dalam harmoni vokal yang kokoh, lincah, dan menawan. Pertunjukan diakhiri dalam suasana yang memukau, Sax Bomb tampil sebagai kekuatan revolusioner musik jazz. Enam saksofonis membawa energi luar biasa. Dengan aksen yang memikat dari Leave the Door Open hingga sentuhan misteri dalam In A Mellow Tone, mereka meramu setiap nadanya dengan penuh kreativitas, menghidupkan jazz dalam cara yang begitu segar.

Saxbomb dengan nuansa busana lokal

Namun, tidak hanya keindahan musik yang menjadi sorotan malam ini. Chamber Music Space turut menghadirkan pengalaman yang lebih intens bagi pengunjungnya. Photobooth yang mengabadikan momen-momen istimewa dan sentuhan motif batik dalam penampilan para musisi menjadi pesan kuat akan keberagaman budaya. Pengalaman menonton tampak lebih dari sekadar sebuah pertunjukan. Ini adalah perjalanan yang mengajak penonton untuk merasakan, melihat, dan memahami.

Sesi photobooth Chamber Music Space

Acara ini melampaui batas hiburan semata. Pertunjukan musik yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta ini adalah panggilan untuk menghargai seni dalam segala bentuknya. Ruang bagi pertunjukan seni yang beragam tidak hanya sebuah kebutuhan, tapi sebuah keniscayaan. Yogyakarta, dengan kekayaan budayanya, menjadi kanvas yang subur bagi pertumbuhan komunitas seni yang terus berkembang. Semoga semangat dan kesadaran ini tak hanya menginspirasi kota lain, tetapi juga membangun komunitas seni yang kuat dan berkelanjutan.

Sumber foto: Lintang Pramudia Swara
Editor: Lintang Pramudia Swara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *