Penulis: Alif Amin Arrofah Matahari bulan Mei baru saja meninggi ketika sebuah kabar dari Dekanat Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta sampai ke telinga kami. Sebuah […]
Author: Aksaratala
Carta Sonare: Deck of Sounds – Permainan Kartu Berbentuk Alunan Piano dari Clavier Student
Fase bulan penuh pada hari Selasa, 31 Maret 2026, bersinar begitu terang, sejalan dengan malam yang tenang. Malam itu bersamaan dengan konser penyambutan anggota baru KKM Clavier yang terletak di Concert Hall Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Acara yang bertajuk “Carta Sonare” bertemakan permainan kartu yang begitu elegan.
Ketika Glockenspiel Berdialog dengan Gending: Gejolak Kultural Pada Bekereng #11 “Mahitala”
Bekereng sebagai komunitas perkusi yang tumbuh di SMM Yogyakarta sejak tahun 2015 kembali mennggelar konsernya. Pagelarannya yang ke sebelas ini, mereka mengangkat tajuk “Mahitala”. 14 Februari 2026 di Auditorium SMM Yogyakarta, “Mahitala” menyajikan karya instrumen perkusi untuk menuturkan lanskap Jawa.
Bertaut Kasih Dengan Kolektif Musik Dua Ketuk “Seleksi: Tali Resonansi”
Kedatanganku disambut cuaca bersahabat yang menyelimuti Tirtonirmolo, Bantul. Tepat 6 Desember 2025, Galeri Lorong mendaulat dirinya sebagai lokasi pertunjukan yang telah dinanti. Sejak awal, sorot lampu di sana menyapa lebih dahulu, berbagi kesan hangat lewat cahayanya. Lahan parkir yang kupijak pertama kali juga bernafas dan teduh, ditemani bangunan gedung berornamen kayu, membuatku merasa tersambut dengan lembut. Permukaan tempat ini akrab, bahkan sebelum acaranya berlangsung.
Kisah Cinta dalam 6 Bagian: Album Kompilasi Audiksi Angkatan 2024
Album “Kisah Cinta dalam 6 Bagian” menawarkan konsep unik. Terdapat enam lagu yang berisikan empat fase utama. Dimulai dari “Dirimu” (Chill Hip-Hop) yang menggambarkan rasa penasaran yang berubah menjadi cinta, berlanjut ke “Denganmu” (Swing Jazz) tentang nostalgia kebersamaan di tengah kesibukan, hingga “Suar” yang mengisahkan pasangan LDR yang berusaha menjaga berkomitmen. Enam trek dalam album ini merupakan kisah yang tidak berkesinambungan secara langsung, tapi relate terhadap percintaan muda-mudi dewasa ini. Interpretasi diserahkan sepenuhnya kepada pendengar, seperti yang disampaikan pembawa acara di awal.
Serenade Bunga Bangsa XI 2025: Yogyakarta dan Kyoto dalam Harmoni Persahabatan
Konser Serenade Bunga Bangsa (Selanjutnya SBB) merupakan inisiatif kebudayaan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang memadukan musik orkestra dan paduan suara untuk menginternalisasi nilai-nilai sejarah dan nasionalisme melalui pertunjukan musik. SBB XI 2025 dilaksanakan di awal bulan dan di awal minggu, yakni pada hari Selasa, 4 November 2025. Menurutku ini adalah waktu yang tepat, sehingga sebagian besar orang yang menonton konser ini jadi punya alasan untuk meninggalkan sejenak kegiatan mereka di hari kerja. Meskipun malam, kupikir setidaknya di konser ini para audiens bisa menemukan satu atau dua lagu yang membawa spirit untuk melanjutkan aktivitas hari esok.
Mengalunkan Kembali Harmoni Musik Jazz dalam “ISI Jazz Camp 2025”
Rabu 12 November 2025 bertempat di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ISI Jazz Camp membuka rangkaian kegiatannya untuk edisi 2025 ini. ISI Jazz Camp merupakan kegiatan pembelajaranyang diadakan secara intensif bagi para musisi jazz dari dalam maupun luar ISI Yogyakarta dan dapat diikuti secara gratis. Program ini adalah agenda tahunan yang digelar oleh program studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta yang beberapa tahun belakangan ini sempat berhenti.
Mallet’s Day #3 “Circle”: Menyatukan Pelaku Perkusi, Menyemai Perkawanan
Penulis: Hati Bening Asy Syahiidah Pada hakikatnya, memperdengarkan bunyi adalah cara agar tujuan dari musik dapat tersampaikan. Akan tetapi, komunikasi musikal tak bisa lepas dari […]
Masa(k) Musik: Mencicipi dan Merasakan Musik dari Dapurnya
Masa(k) Musik, sesuai namanya merupakan ruang yang menyimpan sisi tersembunyi dari pembuatan musik; bak mengajak audiens untuk mengendus, mencicipi, merasakan musik dari dasarnya. Dewasa ini, begitu jarang penikmat musik mengetahui karya sampai ke inti dasarnya, seperti ide di balik pembuatan karya dan aspek intramusikal lainnya. Digitalisasi dan globalisasi membuat dunia semakin ‘cepat’ sehingga tak jarang orang menjadi luput atas dasar dari pada seni. Dalam konteks musik, seni adalah ekspresi yang ditampilkan dalam wujud bunyi-bunyian. Ekspresi tersebut menyampaikan perasaan maupun pesan kepada pendengar dengan harapan mereka dapat ikut merasakan.
Anglocita Wind Orchestra: Menyuarakan Isi Hati Melalui Tiupan Nada “Blue Note”
Penulis: Rindu Sangmesih Wijayanti Predikat musik sebagai media untuk mengungkapkan isi hati telah menjadi kalimat yang umum dibaca dan didengar dalam pembahasan-pembahasan musik manapun. Musik […]
