Tag: musik klasik

Hakikat Sangga Praja : Sebuah Catatan untuk Hajatan F-Hole Concert ke-13

Sebuah adagium besar menggema, terucap “Adat sebagai penopang Nusantara” selaku tajuk konser F-Hole String Orchestra yang ke-13. Malam itu hari terakhir di bulan Februari tahun 2025. Concert Hall ISI Yogyakarta terpantau ramai. Teman-teman pemain violin, viola, cello dan double bass tampak mengamplifikasi pesona itu karena atribut di busananya. Baik terletak di penghias kepala, begitu pun di bagian tubuh yang lain.

Quart of Life: Meniti Lembaran Hidup Manusia Bersama GEMA

Di bawah cahaya remang yang melukis bayang-bayang di dinding, sebuah panggung dipenuhi oleh alunan gitar klasik yang gemulai. Gedung Auditorium musik ISI Yogyakarta tak lagi sunyi. Gitar Ekstra Mahasiswa atau GEMA kembali menghidupkan ruang itu dengan gelaran tak terlupakan yang bertajuk “Quart of Life”. 

Mewadahi Musisi Tiup serta Komposer Muda,Wind’s Day Hadir Menyapa

Alunan kuartet woodwind memenuhi seisi ruangan café, petang hari suasana terlihat ramai namun terasa sejuk. Alunan itu terdengar asing akan tetapi penonton menikmatinya sembari menyesap teh maupun kopi. Bak sang punakawan, para personil Yudha & Punokawan dengan terampil memainkan instrumennya. Bagaimana tak terdengar asing, karya tersebut merupakan karya orisinil mahasiswa ISI Yogyakarta yang ditampilkan secara perdana pada pembukaan acara Wind’s Day pada Minggu (21/01/2024) di Café Ada Sarang. Menariknya, nama grup tersebut terinspirasi oleh kisah wayang Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang mewakili harapan apik pada kekeluargaan sang Punakawan itu sendiri. Sebelum menampilkan karyanya, Yudha selaku komposer dari grup Yudha & Punokawan menyampaikan sedikit tentang latar belakang karyanya yaitu Woodwind Quartet No. 1.