Satu Dekade dalam Nada, Satu Malam Untuk Menebar Rasa: Journey With Harmony dari Bekereng Percussion

Penulis: Vinda Angguna Alya Hawa Cinta

Sejak awal, Bekereng bukan hanya sekumpulan pelaku seni, mereka adalah sahabat yang tumbuh bersama dalam ruang – ruang sempit latihan. Hadir dan bertahan bukan karena gemerlap panggung, tetapi karena kasih musik dan kobaran solidaritas. Bekereng dalam seiring waktu, masih terdengar di antara tawa lama, tepuk tangan usai latihan, dan sorak setelah lagu terakhir selesai dimainkan. Selama sepuluh tahun, Bekereng telah menjadi rumah bagi banyak cerita, sebuah ruang hangat tempat bermusik, berlabuh, dan mimpi saling bersandar. Satu dekade bukan akhir, melainkan bagian dari langkah yang terus bertumbuh.  

Di bawah payung Sekolah Menengah Musik Yogyakarta, pada tahun 2013 terdengar hentakan hasrat dari tangan tangan muda siswa siswi yang menekuni instrumen perkusi. Terbentuklah gemuruh jiwa dari perkusi yang bersuara. Namanya unik, “Bekereng” diberikan oleh seorang guru pengampu instrumen perkusi dengan penuh makna, menggambarkan wujud tak beraturan, seperti orang orangan sawah yang menari ditengah ladang. Namun justru disanalah letak keindahannya. Kebebasan tanpa batas, liar namun terarah.  

Berkat dedikasi Bidara Silsi Anjani dan Agus Salim dalam membimbing, para personil Bekereng memukul waktu dengan semangat dari tahun ke tahun, menyusun komposisi baru dari gema – gema liar, dan menjahit setiap ide menjadi pertunjukan yang hidup.

“Journey with Harmony menjadi tajuk dari konser selebrasi satu dekade Bekereng. Tajuk yang bukan hanya mewakili narasi atas musik yang hendak ditampilkan, melainkan sebuah undangan untuk pulang. Pada 26 April 2025, Bekereng akan menampilkan aransemen spesial dari lagu – lagu yang telah menemani perjalanan mereka sejak awal. Musik yang telah mengalun dari panggung konser Bekereng #1 hingga #9 kini akan kembali berpadu dalam satu malam. Bukan untuk mengulang masa lalu, tetapi untuk mengingat dari mana semuanya bermula.  

Personil Bekereng Percussion dalam Ruang Latihan (Dok. Bekereng Percussion)

Tiket bisa didapatkan melalui kanal resmi Bekereng dengan harga terjangkau serta paket bundling untuk kamu dan yang tersayang. Datang bersama dan pulang dengan cerita. Auditorium besar SMM Yogyakarta akan menjadi saksi bagaimana rindu – rindu lama mereda. Tempat terbatas, namun ruang untuk merayakan selalu ada.  

Konser ini adalah milik semua yang menjadi bagian dari Bekereng. Yang pernah duduk di lingkaran kecil sambil menabuh, yang pernah ikut angkat alat musik sebelum dan sesudah manggung, yang pernah merekam, menonton, dan bersorak dari kejauhan.  

Mari datang, mari duduk bersama lagi, hadir bukan sebagai pendengar tapi sebagai bagian dari perjalanan satu dekade Bekereng Percussion. 

Foto Sampul: Bekereng Percussion
Editor: Lintang Pramudia Swara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *