Meraih Ruang Hidup dan Berterima Kasih Kepada Pohon: Kolaborasi hara & Nosstress dalam Single “Raih Tanahmu”

Penulis: Lintang Pramudia Swara

Terpaut jarak cukup panjang kala mengingat panggung terakhir perempuan asal Kota Kembang yang sudah begitu akrab berpindah ruang dan zona waktu dalam sekian fase hidupnya. Nama Rara Sekar terus bersemi dalam hari-hari saya mengalami pergumulan dengan dunia musik.  Semenjak tur Kenduri ditunaikan di taman bermain Nosstress dua tahun silam, saya rasa wajib hukumnya bagi Nosstress dan hara untuk kembali menjalin kolaborasi. Setelah dibuat candu oleh single “Tanam Saja” dari Nosstress, terutama dalam versi live yang menampilkan Rara Sekar dibersamai alunan cello Jimmy Kimosabe, penantian akhirnya berbunga tepat di peringatan hari pohon sedunia.

hara dan Nosstress dalam Tur Kenduri Dapur Bumi 2022 di Bali – Guna Warma, Rara Sekar, Jimmy Kimosabe, dan Man Angga (dok. Youtube Nosstress Bali)

Kira-kira lebih dari satu dekade lalu, Rara menyelesaikan studi sarjananya dan bermigrasi melakoni karir di Pulau Dewata. Sebagai sosok yang begitu lekat dengan nada, kata dan kemerduan suara,  bukan tak mungkin ia dipertemukan dengan duo ajaib dari tanah Denpasar, yang tak lain dan tak bukan menyandang nama Guna Warma dan Man Angga. Perkawanan dirawat baik dalam kurun lumayan panjang sejak ketiganya menaruh kecintaan pada dunia yang sama. Ada pun ini menjadi kali kedua hara menyiarkan kabar yang hangat nan baik. Pasalnya, belum terhitung tiga puluh hari sejak hara (Rara Sekar) dan frau (Leilani Hermiasih) merilis rendisi mereka membawakan lagu “Kabut Putih” gubahan paduan suara Dialita, kini saya dan sejawat pengagumnya bisa kembali memanjat syukur karena ada lagi karya yang terlahir. 

Sekian malam sebelum perayaan hari pohon, ada sejumlah foto terpajang di linimasa, menampilkan kebersamaan Rara Sekar, Man Angga, dan Guna Warma. Kisi-kisi beredar dalam bentuk teks dan cuplikan video. Tersebutlah judul “Raih Tanahmu”, sebuah manifestasi atas kolaborasi terbaru mereka. Tak lupa menyebut kekuatan visual dari ilustrasi sampul lagunya yang terlukis indah berkat sentuhan kolektif seni rupa sukutangan.

Ilustrasi sampul single “Raih Tanahmu” hasil karya sukutangan (dok. Instagam @musikhara)

Di sebuah pagi sendu yang tak terlalu cerah, jemari saya langsung ternavigasi untuk membuka pemutar musik. Ia sudah tahu lagu apa yang harus dimainkan.  Detik pertama, “Raih Tanahmu” memperdengarkan petikan gitar yang mengalun merdu. Spontan saya langsung bergumam, “Ini Nosstress banget”.  Ada juga sejumlah fragmen musikal dari album Kenduri milik hara yang mengemuka di sepanjang lagu. Para pendengar setia hara mungkin bisa merasakannya.

Sebagaimana informasi yang saya himpun, single baru berjudul “Raih Tanahmu” ditulis langsung oleh Rara Sekar (hara) dan Man Angga (Nosstress). “Raih Tanahmu” dirilis bertepatan dengan hari pohon sedunia yang jatuh pada 21 November kemarin. Baik hara dan Nosstress, keduanya sama-sama bernyawa kuat dalam single kolaborasi mereka. Saya menyadari cengkok khas Guna Warma seketika muncul saat diksi terakhir pada lirik “Tak banyak waktu tersisa” dinyanyikan, dibersamai vokal Rara yang menyatu dengan begitu magnetiknya.  Alunan perkusi, kemudian menyusul ditemani sentuhan megah dari motif ritmikal piano dan gitar.

Dendang perkusi raib sejenak di bagian berikutnya, memberi ruang kepada vokal untuk menyanyikan refrain “Tanah, udara, air dan matahari”, dibalas “Rawat tubuhmu, rawat hidupmu”. Selanjutnya, bait ditutup dengan kalimat “Raih tanahmu, ruang hidupmu”. Deretan nada kromatis yang dimainkan piano seakan menuntun pendengar menuju klimaks refrain yang memuaskan dan memperkaya keindahannya. Saya tidak tahu kenyataannya, tapi insting saya mengatakan bahwa motif piano yang satu ini dipersiapkan secara intensional. Melalui kehati-hatian dan penempatan yang pas, ruang dengar terasa diberkati kala mendengarnya. Senandung merdu vokal Rara kemudian mengisi jeda-jeda tak berlirik, membersamai alunan musik dan melodi interlude yang berbunyi. Sungguh, mereka adalah tiga serangkai yang jenius. 

Rara Sekar, Man Angga, dan Guna Warma dalam satu frame (dok. Instagram @musikhara)

Single “Raih Tanahmu” hadir mendampingi single “Tanam Saja” dari Nosstress sebagai sahabat baiknya. Memanjangkan nafas perjuangan untuk bersuara tentang bumi, alam, beserta seisinya yang harus kita jaga. Terima kasih, hara dan Nosstress. Lagu ini ditulis dengan indah.

Melalui kedua single tersebut, termanifestasi spirit kolaboratif yang terus dirawat dari waktu ke waktu. Saya melihat Rara punya sentuhan maupun daya tawar yang tak dimiliki banyak musisi. Kerja interdisipliner sebagai akademisi dan pegiat seni tersalur dalam karya-karyanya, termasuk perhatian besar untuk merespons kondisi ekologis dari berbagai spektrum. 

Kesukaan saya bergeser seiring bertambah usia. Gemerlap industri dan dunia pop yang pernah mengisi ruang dengar terganti oleh kegemaran melihat musik sebagai media penyampai pesan dalam konstelasi yang berbeda. Padanannya di hari ini; kancah alternatif. Melihat hara, saya sadar bahwa musik dan alam begitu dekat dan menjalin pertautan. Bahkan bunyi-bunyian akustik bersumber dari alam, pun alat-alat musik yang diproduksi dan digunakan para musisi dalam pertunjukan mereka. 

Memaknai perayaan hari pohon sedunia, saya rasa kita sudah terlalu banyak menerima, dan masih kurang memberi. Bukan hanya penghasil oksigen, tapi sang pemelihara hidup. Tak ubahnya sumber kehidupan, pohon menjadi pengayom, seraya itu juga menjadi korban eksploitasi tak berkesudahan. Saya perlahan mengerti mengapa di rumah, ibu senang mengurus tanaman, menggemburkan tanah, juga menjaga mereka tetap tumbuh dan terawat. Saya sangat yakin, lagu “Raih Tanahmu” menjadi nyanyian yang mendekap pohon-pohon dengan teramat hangat. Sebagaimana yang ditulis hara, lagu ini merayakan hari pohon sedunia. Sebuah persembahan; Untuk begitu begitu banyak pohon yang telah merawat kami. Terima kasih telah merilis lagu ini, tiga musisi pekebun, penyayang pohon, penjaga bumi, dan pemelihara harapan alam. Saya merayakan hari pohon dan hari diluncurkannya lagu ini dengan sebaik-baiknya. Tergerak untuk memulai lagi langkah kecil dalam merawat bumi dan juga seisinya.

Editor: Gilbert Natanael Pardosi
Foto Sampul: instagram.com/musikhara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *