Penulis: Alif Amin Arrofah Pernahkah kamu membuat miniatur istana menggunakan lego? Bayangkan, kamu tahu persis bentuk dan warna balok lego itu satu sama lain. Pada […]
Ruang Tamu
Menghidupi Mimpi Kemerdekaan: Kisah Ferdinan Fajar Ramadan, Flutist Gita Bahana Nusantara 2025
Gita Bahana Nusantara merupakan mimpi indah bagi musisi-musisi muda. Bermain musik orkestra di istana negara sering dipandang sebagai pencapaian yang akan membawa musisi-musisi muda ini ke petualangan yang baru. Mimpi ini juga selalu didambakan oleh kawan baik saya sedari putih abu, Ferdinan Fajar Ramadan yang saya panggil dengan Ferdinan. Ferdinan merupakan mahasiswa Prodi Penciptaan Musik ISI Yogyakarta angkatan 2022. Pertama kali saya bertemu Ferdinan ketika kami sama-sama menjadi siswa instrumen flute Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta 2019. Sejak saat itu, mimpi ini terus memupuk di benak Ferdinan hingga akhirnya di tahun 2025 ini, mimpinya berbuah dengan manis.
Melihat Kartini dalam Titiek Puspa: dari Perempuan untuk Perempuan
Titiek Puspa, penyanyi legendaris yang telah menghiasi belantika musik tanah air dari masa awal kemerdekaan. Sepak terjangnya dalam menjajaki ekosistem musik Indonesia layak menjadi inspirasi bagi setiap insan musik yang ingin mengembangkan sayapnya dalam industri musik negeri ini yang terus membarui dirinya. Berlimpahnya warisan yang diberikan Titiek Puspa pada musik Indonesia tidak lepas dari dinamika yang mengiringinya. Ratusan karya Titiek Puspa telah mengudara dalam khasanah musik Indonesia. Jika lagu “Marilah Kemari” dan “Apanya Dong” didengarkan, banyak orang akan turut bergembira menghentakkan kaki mengikuti irama. Era ketika musik Indonesia belum semasif masa kini, Titiek Puspa telah menjadi “artis istana” ketika dirinya tergabung sebagai penyanyi pada album “Mari Bersuka Ria Irama Lenso”. Tak hanya sebagai hiburan, Titiek Puspa memanfaatkan karyanya untuk bersuara menceritakan kemalangan kaum marjinal melalui “Kupu-kupu Malam” lagu yang begitu berkesan bagi saya.
Wawancara Pauline Mooy: Cerita Awal Bermusik dan Single Perdana “Beranjak”
Kali ini saya berkesempatan mewawancarai seorang alumni Jurusan Musik, ISI Yogyakarta, Pauline Christina Mooy, yang awal tahun ini merilis lagu berjudul “Beranjak”. Pada Sabtu malam, 15/2/2025, saya iseng mengirim DM Instagram untuk memintanya menceritakan tentang proses kreatif single perdananya malam itu juga. Saya tak yakin responnya akan sesuai harapan, tapi untungnya ia menyambut dengan antusias dan menyetujuinya.
Melihat Pauline yang saat ini menetap di Jakarta, sementara saya di Jogja, saya pun mengajaknya untuk bergeser ke ruang bincang virtual Google Meet. Saya membuat janji dengannya bertemu di ruang virtual pada pukul 20.00–kurang lebih sejam setelah saya mengirim permintaan dadakan itu.
Rekomendasi Lagu Spesial Valentine dari Kerabat Aksaratala
Tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentine. Sebuah hari di mana banyak orang merayakan kasih sayang kepada seorang spesial dalam hidupnya, dengan berbagai ungkapan. Bagi kamu yang ingin merayakannya, tim Aksaratala memberikan beberapa lagu rekomendasi yang bisa jadi pilihan buat melengkapi hari Valentine. Selamat merayakan dan selamat dirayakan!
Dari panggung Freestyle Hingga ke Perilisan Karya: Mengurai Sepak Terjang KXZA dan Debut Single Perdananya
Kedekatan kita dengan musik barangkali sudah menyamai, atau bahkan melampaui persahabatan kita dengan hal-hal lain dalam keseharian. Sebagaimana adagium bahwa musik adalah simbol dari ekspresi manusia, tiap tradisi menawarkan artikulasi yang khas dan menarik. Menyelami betapa masifnya genre musik yang beredar, hip-hop punya suara dan kekuatan tema yang digulirkannya sendiri. Bersentuhan dengan skena hip-hop secara lebih intens bertepatan dengan masa penulisan tugas akhirnya, Kiza mengalami pergumulan yang serius melampaui persoalan identitas dan jati diri. Percakapan kami benar-benar seru dan mengulik banyak soal Kiza dan dunianya di skena hiphop.
Wawancara Steven Simanungkalit dan Single Terbarunya “Kira-kira”
Melihat rekam jejak Steven Simanungkalit di tiga tahun belakang, ia sudah banyak mengantongi empat belas single seperti “Telat”, “Sampai”, “Vivid”, “Sunshine”, “She Got Me”, dan lainnya. Setiap tahunnya, Steven tak pernah absen untuk meluncurkan karya-karyanya. Pada semester awal ini, Steven telah merilis single terbarunya berjudul “Kira-kira”.
Berbincang dengan Adriyan Setiawan, Menengok Masa Depan Luthier Gitar di Indonesia
Terbentang luas sub-bidang keilmuan yang bisa dipilih sebagai keahlian spesial. Musik tak melulu perihal virtuositas atau kepiawaian. Tidak juga ihwal transmisi pengetahuan demi penguasaan teknik dan ketajaman primavista. Sebagian insan bernegosiasi mati-matian melawan kerasnya hidup di dunia seni. Termasuk ribuan mahasiswa pejuang di kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Bertepatan ketika menunaikan ibadah santap sahur, tak sengaja saya berjumpa dengan Adriyan, mahasiswa Prodi Penciptaan Musik yang kini duduk di bangku semester delapan.
Wawancara Afi Haura dan Single Perdana “Wondering”
Penulis : Gilbert Natanael Pardosi
Afifah Shafa Haura, biasa disapa Afi Haura, adalah wanita kelahiran Jakarta yang telah memulai perjalanan musiknya sejak tahun 2012. Saat itu, ia duduk di bangku sekolah dasar, dan terlibat sebagai anggota girlband dalam naungan manajemen Star Media Nusantara, sampai merilis dua single di bawah label Nagaswara.
Konser Perdana RADWIMPS di Jakarta: Tiket Ludes dalam Sehari
Siapa yang tak kenal dengan anime fenomenal Kimi no Nawa? Film yang disutradarai oleh Makoto Shinkai tersebut turut melambungkan nama sebuah band rock Jepang yang menjadi salah satu pengisi soundtracknya, ialah RADWIMPS. Band yang beranggotakan Yojiro Noda (vokalis), Akira Kuwahara (gitaris), dan Yusuke Takeda (bassist) ini dibentuk pada tahun 2001, kemudian menandatangani kontrak di bawah label Toshiba EMI pada tahun 2005. Nama RADWIMPS merupakan gabungan dua slang dalam bahasa Inggris, yakni rad (keren) dan wimps (pengecut).
