Penulis: Miftakhul Nur Rozak
Salah dua musisi berbakat asal Yogyakarta, Rachel Nadia (pianist) dan Athaya Hanan (violinist) sukses besar dalam menggelar resital Piano dan Violin pada Sabtu malam, 28 Oktober 2023. Konser ini dihadiri oleh penonton dengan segementasi usia yang beragam. Segenap guru, kawan, dan keluarga turut hadir sebagai bentuk dukungan.

Resital ini berangkat dari kemauan kedua player utama setelah sebelumnya berduet dalam rangka Student Recital di Jakarta yang diinisiasi oleh guru mereka. “Kebetulan guru kami mengenal satu sama lain. Lalu mereka menghendaki untuk mengadakan resital untuk kami, semacam collab gitu, sejak itulah kami jadi sering mendapati pengalaman bermain bareng, terlebih karena kami berasal dari daerah yang sama kami juga sering latihan bareng. Karena itu kami jadi terpikirkan untuk menggelar resital bareng di Jogja,” ungkap Athaya Hanan selaku violinist pada resital ini.

Bale Pentas Madyosuro yang terletak di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta terpilih menjadi tempat terselenggarakannya resital ini bukan tanpa pertimbangan, menurut Athaya Hanan selaku violinist, venue tersebut dipilih karena memiliki piano yang bagus dari segi produksi suara hingga playbility-nya, apalagi secara akustik ruangan tersebut tergolong cukup bagus untuk gelaran resital dalam skala kecil. Pertimbangan lainnya agar dapat menjangkau kawan-kawan sesama musisi yang kebetulan lebih banyak berada di daerah selatan Yogyakarta.

Resital tersebut membawakan berbagai karya dari komposer lintas generasi yang terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama menyuguhkan tiga karya, diantaranya “French Suite No. 2 BWV 813” karya Johann Sebastian Bach, “Violin Concerto No. 3 in G Major. K.216” karya Wolfgang Amadeus Mozart, dan “Novellete Op. 21 No. 8” karya Robert Schumann. Dilanjut tiga karya juga pada sesi kedua yang diantaranya “Violin Concerto Op. 22 No. 2 in D Minor” karya Henryk Wienawski, “Piano Sonata in Eb Major Hob. XVI:52” karya Joseph Haydn, dan “La Vida Breve: Danse Espagnole” karya Manuel de Falla.
Di bawah purnama repertoar-repertoar tersebut berhasil disajikan tanpa cela yang berarti. Semua persepsi dan emosi mampu tersampaikan dengan baik kepada penonton berkat kemapanan interpretasi serta kelihaian teknis musikal yang dimiliki oleh kedua player. Bahkan sedari awal hingga berakhirnya resital, para penonton seperti mengesampingkan sejenak seluruh indera yang ada kecuali mata dan telinga, menyisakan keheningan yang penuh dengan khidmat. “Pastinyanya bagus, berkesan, meskipun tanpa tema khusus, semua lagu tersampaikan dengan cantik. Mereka benar-benar memaksimalkan fungsi dari resital itu sendiri,” ujar salah seorang penonton.
Sebelum resital berakhir, Rachel Nadia dan Athaya Hanan membawakan dua persembaham karya sebagai sajian encore di malam itu. Karya pertama merupakan salah satu gubahan dari komponis sekaligus dosen dari Prodi Penciptaan Musik asal ISI Yogyakarta, Budi Ngurah, yang berjudul “Rembulan Kalangan” dengan format duo, dan karya kedua yang menjadi persembahan terakhir resital ini merupakan karya dari Claude Debussy berjudul “Piano Trio in G Major Finale Movement” dengan format piano trio bersma Raden Nestasharaji Widyastomo sebagai cellist.

Rachel Nadia dan Athaya Hanan berharap bahwa resital ini dapat menjadi salah satu refleksi untuk menuju panggung yang lebih besar. Lebih jauh resital ini juga diharapkan dapat menginspirasi musisi-musisi muda lainnya untuk tidak pasif terhadap potensi-potensi yang mereka miliki.
Editor: Lintang Pramudia Swara
Sumber Foto: Seksi dokumentasi resital Rachel Nadia dan Athaya Hanan
