Penulis : Gilbert Natanael Pardosi
Musisi muda dan remaja di Yogyakarta sukses menggelar konser musik klasik yang bertajuk “String Chamber Night”, pada Jumat malam, 2 Juni 2023 di Tembi Rumah Budaya. “Konser ini berangkat dari kerinduan salah seorang anggota dari kelompok musik format chamber, namun tidak memiliki wadah untuk menampilkan hasil latihan,” ucap Timothy selaku ketua pelaksana dalam sambutan pembukaannya. Hal tersebut menjadi pemicu lahirnya ide untuk mengajak musisi-musisi muda lainnya yang memiliki kelompok chamber musik, agar dapat berpartisipasi menjadi bagian dari konser “String Chamber Night”. Oleh karena itu, acara ini diisi oleh beberapa remaja dan pemuda yang memiliki kelompok chamber musik dari sekolah musik, seperti Institut Seni Indonesia Yogyakarta, SMKN 2 Kasihan (SMM Yogyakarta), lembaga pendidikan informal, maupun organisasi di masyarakat.
Pada awal mula perkembangan musik, Chamber musik atau musik kamar adalah pertunjukan musik yang pertama kali dikenal. Chamber musik merupakan perkembangan dari musik yang dikenal pada abad pertengahan hingga abad Renaissance, jauh sebelum era klasik dan romantik. Musik kamar mempunyai beberapa jenis, seperti contoh dari yang terkecil yaitu duet (dua orang), trio (tiga orang), kuartet (empat orang), kuintet (lima orang), septet (tujuh orang), oktet (delapan orang), hingga yang terbesar yaitu nonet (sembilan orang). Musik kamar merupakan gabungan instrumen-instrumen gesek maupun tiup, seperti piano – biola – cello, biola dan cello, klarinet – flute – oboe, dan sebagainya. Gabungan dari instrumen tersebut yang menjadi akar lahirnya “ansambel”.
Tembi Rumah Budaya yang menjadi tempat terselenggaranya acara ini merupakan tempat penginapan di Jogja dengan desain rumah kayu limasan yang kaya akan nuansa tradisional Jawa. Dibentuk dengan landscape area persawahan yang membentang, memberi kesan tenang dan damai. Rumah budaya ini sering menjadi tempat pertunjukan berbagai kegiatan seni budaya, seperti pameran seni rupa, pentas tari dan teater, musik, dan lain sebagainya. Selain itu, tersedia juga amphitheater dan pendapa besar yang digunakan untuk pertunjukan seni. Pertunjukan chamber music ini ditampilkan di Bale Pentas Madyosuro. Meskipun tidak banyak menampung penonton, kualitas akustik ruangan sudah cukup untuk gelaran seni pertunjukan chamber musik.

Konser yang bertajuk “String Chamber Night” merupakan konser yang membawakan repertoar dari beberapa komposer di berbagai zaman, seperti W.A Mozart, Maurice Ravel, Joseph Haydn, Felix Mendelssohn, dan beberapa komposer lainnya. Konser kali ini menampilkan deretan musisi gesek, dengan kelompok musik format kuartet, kuintet, trio, hingga double kuartet. Membawakan lineup kelompok musik, seperti Trafa String Quartet, Ra’mandk String Quartet, Reclaim String Quartet, Morph Quatuor, VTA Trio, Mesadifose Quintet, dan Chakrabiyuha Double String Quartet.
Konser dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menampilkan 3 karya, yakni J. Haydn “Piano Trio no. 39 in G Major, Hob. XV: 25 “Gypsy”: 1. Andante”, W.A. Mozart “Quartet no. 4 in C” Major K. 157”, Carlos Gardel “Por Una Cabeza”. Sesi kedua menampilkan 4 karya dengan tingkat ketegangan yang berbeda dengan sesi sebelumnya, yakni Borodin “String Quartet no. 2 in D Major (III. Nocturne)”, Mendelssohn “Mendelssohn String Quartet no. 4 in F minor”, Maurice Ravel “String Quartet in F Major, 1st mov”, dan W.A. Mozart “Mozart String Quartet no. 14 “Spring”, 1st mov”.

Jarak yang cukup dekat antara penampil dan penonton memberi pengaruh yang begitu kuat. Energi dan emosi penampil tersampaikan dengan baik, tanpa terhalang apapun. Penonton dibuat mati suri, sebab sudah tidak terdengar lagi nafas di dalam ruangan tersebut. Semua mata tertuju menyaksikan gerak tubuh yang menyatu dengan lagu.
Ditutup dengan penampilan ansambel yang begitu solid dan kuat, memainkan karya dari Bela Bartok “Romanian Folk Dances for String Orchestra Sz.56 BB 68”. Konser ini diharapkan dapat menjadi influence bagi kehidupan musik klasik di Indonesia, khususnya Yogyakarta, untuk mengembangkan kemampuan bermusik anak-anak muda.
Editor : Aqilah Mumtaza
Koleksi Foto : Gajah Bona Production
