Joyland Festival: Festival Musik Dengan Konsep Inklusivitas

Penulis : Gilbert Natanael Pardosi

Baru-baru ini Joyland Festival tuntas menyelenggarakan pertunjukan musik selama tiga hari pada 17 – 19 Maret 2023, di Peninsula Island, Bali. Lebih dari 50 lineup lintas genre dari luar negeri dan dalam negeri, hadir memberi kepuasan dan pengalaman seru.  Berbeda dengan festival pada umumnya, Joyland Festival adalah festival musik yang bersifat inklusif. Aktivitas didalamnya tidak hanya tentang musik, tetapi Joyland juga sajikan komedi, film, workshop, storytelling, dan lain-lain.

Joyland adalah festival untuk semua umur, di mana terdapat program untuk anak-anak hingga dewasa, yakni aktivitas melukis dan menggambar, seperti Sashiko Hand-Stitching, Painting on Canvas, Drawing on Tumbler, Paper Mask Craft, Finger Knitting, Hair Braiding, sampai Tarot Reading.

Pada mulanya, nama Joyland muncul di konser Djakartamosphere (Djaksphere) tahun 2011, yakni “Joyland Stage”. Di tahun 2012, “Joyland Festival” lahir, dan untuk pertama kalinya menggelar pertunjukan di Taman Krida Loka, Senayan Baru, Jakarta. Dengan konsep dua panggung, ada talks dan pemutaran film.

Tidak diketahui apa penyebabnya, hampir sewindu nama Joyland Festival menghilang dari festival musik di tanah air. Pada Desember 2019, di Lapangan Panahan Senayan, Jakarta, Joyland kembali bangkit dengan membawa tujuan merangkul banyak komunitas, dan membawa penampil yang jarang terekspos, tetapi memiliki penikmat yang juga tidak sedikit. Pemilihan lokasi menjadi salah satu hal penting. Lapangan berumput dan ruang terbuka menjadi pilihan terbaik, sebab Joyland sangat memperhatikan kenyamanan penonton. Saat itu, Joyland menampilkan beberapa musisi nasional dan internasional, seperti Ardhito Pramono, Barasuara, Maliq & D’Essentials, Frankie Cosmos, Washed Out, dan lain-lain.

Peninsula Island sebagai lokasi perhelatan Joyland Festival (dok. Instagram/Joyland Festival)

Pada tahun 2020, di mana wabah virus corona mulai menyelimuti Indonesia, semua aktivitas dibatasi. Salah satunya festival musik. Oleh karena itu, Joyland harus mengurungkan niatnya dalam penyelenggaraan konser musik. Setelah dua tahun berlalu, Joyland Festival memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.

Jika di tahun sebelumnya mereka membawa deretan artis dalam negeri dan luar negeri, maka tahun ini tidak ada lineup internasional. Disebabkan adanya pemberlakuan masa karantina yang bila diperhitungkan dari segi biaya dan waktu sangat tidak memungkinkan. Pada tahun ketiga ini, Joyland Festival diselenggarakan dua kali di tempat yang berbeda. Pertama, pada bulan Februari 2022 di Taman Bhagawan Nusa Dua, Bali. Dengan deretan musisi dalam negeri, seperti Raisa, Pamungkas, Danilla, Kunto Aji, dan lainnya. Penyelenggaran kedua, pada bulan November 2022 di GBK Field Senayan, Jakarta. Kali ini, lineup yang dibawakan telah kembali seperti semula. Menampilkan deretan musisi internasional dan nasional, seperti Secret Number, Phum Viphurit, Years & Years, TENNIS, Yura Yunita, Isyana, Tulus, JKT48, dan lainnya.

Suasana Cinerillaz area bioskop luar ruangan (dok. Instagram/Joyland Festival)

Telah memasuki tahun keempat, Joyland Festival yang memiliki idealisme inklusivitas kembali memilih Bali sebagai tempat menyimpan momen indah. Tidak hanya menjadi destinasi wisata, tempat yang memiliki julukan The Island of Gods ini dapat memberikan pengalaman festival yang menarik. Lokasi yang berada di pinggiran pantai, dengan dihadapkan pemandangan indah pegunungan yang membuat Joyland sangat layak dikunjungi. Tidak hanya sekedar menonton konser, setiap keluarga, sahabat, teman, dan pasangan, dapat sekalian berlibur menikmati indahnya “Pulau Dewata”.

Joyland tuntas melangsungkan festival musiknya selama tiga hari pada 17-19 Maret 2023, di Peninsula Island The Nusa Dua, Bali. Beberapa lineup yang ditampilkan dari sederetan musisi internasional dan lokal, yakni Phoenix, Crumb, Sigrid, Tulus, Raisa, Hindia, Yura Yunita, dan masih banyak lagi.

Joyland menjadi festival yang lengkap. Layaknya sebuah kompas yang menampilkan berbagai arah mata angin, maka Joyland menjadi wadah untuk menampilkan beberapa cabang seni. Joyland stage menjadi panggung musik utama yang menampilkan deretan musisi nasional dan internasional. Panggung ini diisi oleh musisi terpilih dengan rilisan di periode dua tahun ke belakang. Diikuti Plainsong Live stage, menampilkan deretan musisi seperti Kunto Aji, Dipha Barus, World Fangs, dan banyak lagi. Liliy Pad stage menampilkan barisan DJ dan musisi dari diaspora Asia dan Bali. Cinerillaz adalah area bioskop luar ruangan yang menampilkan film-film pendek. Shrooms Garden menjadi area bagi para komika yang dikuratori oleh Soleh Solihun. Menampilkan komika seperti Arie Kriting, Muhadkly Acho, dan Ardit Erwanda. White Peacock merupakan tempat yang disediakan untuk aktivitas lokakarya, dan aktivitas kreatif lainnya yang disediakan untuk semua usia.

Dibalik kesuksesan Joyland Festival, ada perusahaan musik dan hiburan yang bernama “Plainsong Live” yang didirikan oleh Ferry Dermawan. Seorang yang tidak memiliki background musisi, namun terpincut oleh musik itu sendiri. Ia memulai perjalanannya saat konser kolaborasi Djakartamosphere, bersama teman kampusnya “Kiki Ucup” sang pemilik Synchronize Festival. Sejak saat itulah Ferry tertarik dalam kerepotan mempersiapkan sebuah pertunjukan yang menarik. Sampai saat ini Ferry adalah otak dari “Joyland Festival” yang memiliki sifat inklusivitas.

Editor : Lintang Pramudia Swara
Sumber Foto : Instagram Joyland Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *