Tanpa memilih diksi-diksi frontal yang agresif, Vortex of Hatred justru memilih menunjukan amarah, pesimisme, dan gugatan lewat agresivitas di ruang performatifnya. Vocal scream dan musiknya yang terlampau garang tampil sebagai sintesis atas apa yang ditampilkan lewat idiom visual maupun penggunaan bahasanya. Di sisi lain, imaji frontal yang barangkali sudah menjadi kekhasan bagi band-band metal tampak diingkari dan didandani dengan narasi implisit yang butuh ditelaah secara semiotis. Maka menjadi penting untuk melihat bahwa ada varian artikulasi yang perlu dinegosiasikan dan diterima. Bahwa ruang bagi resistensi dan suara perlawanan juga boleh mewakili kalangan intelektual, begitu juga mereka yang bersetia pada nilai-nilai artistik.
Month: February 2025
Karya Ibu Soed dan Paradigma Nasionalisme di tengah Fenomena #KaburAjaDulu
Tanah Airku oleh Ibu Soed di masa reformasi ini bagi saya adalah sebuah pengingat. Menjadi diaspora berarti menjadi pahlawan devisa bangsa ini, dengan itu mereka juga terus berjuang melanggengkan Indonesia agar lebih baik. Memilih untuk tetap tinggal di Indonesia tidak akan mematahkan perjuangan untuk terus bersuara dan hanya berpasrah dengan kerusakan yang terlalu sistematis. Selalu mencintai Indonesia dengan menghargai keluhan rakyat. Tidak pernah melupakan Indonesia dengan membanggakan hak demokrasi yang rakyat punya.
Wawancara Pauline Mooy: Cerita Awal Bermusik dan Single Perdana “Beranjak”
Kali ini saya berkesempatan mewawancarai seorang alumni Jurusan Musik, ISI Yogyakarta, Pauline Christina Mooy, yang awal tahun ini merilis lagu berjudul “Beranjak”. Pada Sabtu malam, 15/2/2025, saya iseng mengirim DM Instagram untuk memintanya menceritakan tentang proses kreatif single perdananya malam itu juga. Saya tak yakin responnya akan sesuai harapan, tapi untungnya ia menyambut dengan antusias dan menyetujuinya.
Melihat Pauline yang saat ini menetap di Jakarta, sementara saya di Jogja, saya pun mengajaknya untuk bergeser ke ruang bincang virtual Google Meet. Saya membuat janji dengannya bertemu di ruang virtual pada pukul 20.00–kurang lebih sejam setelah saya mengirim permintaan dadakan itu.
Rekomendasi Lagu Spesial Valentine dari Kerabat Aksaratala
Tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentine. Sebuah hari di mana banyak orang merayakan kasih sayang kepada seorang spesial dalam hidupnya, dengan berbagai ungkapan. Bagi kamu yang ingin merayakannya, tim Aksaratala memberikan beberapa lagu rekomendasi yang bisa jadi pilihan buat melengkapi hari Valentine. Selamat merayakan dan selamat dirayakan!
Kilas Balik Subito Welcome Concert 2024 menjelang Pembibitan Kader Baru Clavier Student 2025
Arsip konser ini menjemput saya untuk mengalami kilas balik ke malam itu. Di bawah temaram lampu gedung Concert Hall ISI Yogyakarta, saya dan seorang ‘sepuh’ jurnalis duduk di antara penonton undangan yang tengah menanti dengan harap. Suasana penuh bisikan lirih, seperti napas yang ditahan sebelum sebuah keajaiban terjadi. Judul konser malam itu — Subito — mengisyaratkan sesuatu yang datang tiba-tiba, sebuah perubahan yang tak terduga. Saya tak tahu pasti apa yang akan saya saksikan, tetapi begitu jemari pianis menyentuh tuts pertama, waktu seolah berhenti. Saya terseret dalam pusaran melodi, dalam harmoni yang mengalir tanpa aba-aba, dan seketika tersadar bahwa malam ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah perjalanan.
