Setelah dipukau oleh “Irish Time from Country Derry”, Jovan kembali menjadi direksi sebuah karya yang berjudul “Raga Kala”. Sebuah karya magis yang dipenuhi dengan musik tiup yang nyaring. Karya ini sangat mengagumkan dengan permainan tema yang kontras dari repertoar sebelumnya. Karya musik dari salah satu anggota Studsy Band, yakni Antonius Arbi Cakrayudha Prasetya, menggema dengan gagah. Setiap bagian musiknya tersaji dengan megah, terurai dalam kemegahan yang nyaring, juga keheningan yang magis. Musiknya begitu lihai hingga membuat sorot mata penonton tetap fokus sampai akhir. Jovan mengapresiasi pemilik karya tersebut dengan memintanya berdiri, sembari dipenuhi tepuk tangan penonton. Kemeriahan tersebut mengiringi langkah Jovan saat kembali ke belakang panggung.
Month: January 2025
‘Legatum Symphonia’ dan Upaya Merawat Warisan Symphonic Band
Symphonic Band, format musik yang jarang lewat di telinga orang awam, terutama di luar iklim pendidikan musik formal. Jika penyebutannya diganti menjadi Marching Band mungkin akan terasa lebih familiar. Kedua format ini sejatinya bersaudara dekat. Perbedaan mereka terletak pada format penyajiannya. Marching Band disajikan dengan personil musisi yang berbaris, Symphonic Band disajikan dengan personil musisi yang duduk di atas kursi pada sebuah panggung. Terlepas dari perbedaan yang mengemuka, keduanya tetap menjadi format pertunjukan yang memiliki instrumen tiup dan perkusi di dalamnya. Nuansa patriotik adalah penawaran utamanya. Meski format musik tiup dan perkusi sering ditemui dalam satuan tentara, pertunjukan Symphonic Band masih menjadi hal yang asing bagi kebanyakan orang.
