Month: June 2024

Berkawan dengan Alam dan Menuai Benih Baru dalam Tur Kenduri Rara Sekar

Kembali mengingat perjalanan mudik saya pasca idul fitri, Album Kenduri dari hara menjadi teman terbaik. Ada kalanya kita ingin membunuh waktu. Ada kalanya ia terbunuh tanpa diminta.  Selain novel fiksi sejarah yang saya simpan di pangkuan, Rara Sekar dan project tunggalnya menjadi sang penakluk waktu paling ajaib. Tidak riuh dan masif, mini album bertajuk ‘Kenduri’ menghadirkan musik yang selaras dengan alam, membuatnya subur dan mekar sebagai pemberi nafas kehidupan.

Diksi “hara” melekat dengan kebutuhan hampir semua makhluk hidup di muka bumi. Seperti air, musik juga membawa alirannya sendiri. Sebagai penghalau resah. Sebagai pengusir gundah dan penghasil jawaban atas segala pertanyaan.

Kami Layak Berbunyi: Menjajaki Jiwa Performanceship Musisi Tiup Yogyakarta dalam Keintiman Wind Recital

Suasana intim terasa di area duduk penonton dalam konser Wind’s Recital oleh Ruang Tiup 25 pada Jumat, (17/05/2024). Beberapa puluh penonton duduk untuk menyaksikan sebuah pertunjukan musik tiup yang berlokasi di Concert Hall ISI Yogyakarta. Sebanyak empat musisi muda Yogyakarta menampilkan beberapa repertoar Klasik hingga Romantik. Mereka adalah Ferdinan Fajar (Flute), Yohanes Niko Murti Andreasta (Trombon), Timothy Panggabean (Trombon), Yedija Priwara Putra (Horn). Masing-masingnya tengah menempuh pendidikan tinggi di Program Studi Musik dan Penciptaan Musik, Institut Seni indonesia Yogyakarta.

Wind Recital yang Menyudahi Kerinduan Musisi Tiup akan Panggung Pentas

Kembali menghimpun langkah demi langkah di jalanan yang gelap dan tidak rata menuju Concert Hall ISI Yogyakarta. Hari ini 17 Mei 2024 pukul 18.59 aku berlari dengan tergesa menuju tempat tujuan untuk menyambangi Wind Recital yang diselenggarakan Ruang Tiup 25, wadah yang diciptakan bocah-bocah musisi tiup untuk menjadi ruang eksperimen. Setelah sukses besar dengan penyelenggaraan Wind’s Day 21 Januari lalu, mereka kembali muncul menghadirkan sajian pentas instrumen tiup ke hadapan khalayak ramai. Keterbatasan ruang menjadi bara api yang tak pernah padam bagi para peniup ini. Angkat topi untuk semua usaha-usaha yang dilakukan.