Month: November 2025

Semai Kelenturan – Perkuat Keteguhan: Merawat Ruang Diskusi Musikologi dari Seminar Ngelmu Pring

Dalam perkembangan ekosistem musik yang semakin masif, hadirnya ruang diskusi mengingatkan kita akan keberagaman pilihan dan langkah-langkah nyata untuk menjaganya. Diskusi semacam ini telah banyak berkembang dalam ruang-ruang kolektif dan informal — menjadikannya sebagai satu tempat pertukaran ide yang menyenangkan. Tentu saja ruang diskusi semacam ini juga harus dijalankan di bawah atap institusi formal musik— tak terkecuali di balik dinding bangunan kampus. Sebagai sebuah ruang akademik, pertukaran gagasan ihwal fenomena musik harus terus dinyalakan supaya ilmu pengetahuan yang dipelajari juga semakin relevan. 

Serenade Bunga Bangsa XI 2025: Yogyakarta dan Kyoto dalam Harmoni Persahabatan

Konser Serenade Bunga Bangsa (Selanjutnya SBB) merupakan inisiatif kebudayaan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang memadukan musik orkestra dan paduan suara untuk menginternalisasi nilai-nilai sejarah dan nasionalisme melalui pertunjukan musik. SBB XI 2025 dilaksanakan di awal bulan dan di awal minggu, yakni pada hari Selasa, 4 November 2025. Menurutku ini adalah waktu yang tepat,  sehingga sebagian besar orang yang menonton konser ini jadi punya alasan untuk meninggalkan sejenak kegiatan mereka di hari kerja. Meskipun malam, kupikir setidaknya di konser ini para audiens bisa menemukan satu atau dua lagu yang membawa spirit untuk melanjutkan aktivitas hari esok.

Mengalunkan Kembali Harmoni Musik Jazz dalam “ISI Jazz Camp 2025”

Rabu 12 November 2025 bertempat di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ISI Jazz Camp membuka rangkaian kegiatannya untuk edisi 2025 ini. ISI Jazz Camp merupakan kegiatan pembelajaranyang diadakan secara intensif bagi para musisi jazz dari dalam maupun luar ISI Yogyakarta dan dapat diikuti secara gratis. Program ini adalah agenda tahunan yang digelar oleh program studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta yang beberapa tahun belakangan ini sempat berhenti.

Meneroka Kesetaraan dan Ego Dalam Kisah  “Jacquarie : Harmony Of The Unheard” Oleh Sawo Kecik String Orchestra

Sesuai dengan tajuknya, .“Jacquarie : Harmony Of The Unheard” mengangkat latar belakang revolusi Perancis di tahun 1789-1799. Periode pergolakan politik, runtuhnya kekuasaan monarki absolut dan feodalisme. Konser SKSO #8 mencoba mengemas kisah penderitaan rakyat jelata dan kaum borjuis pada periode tersebut. Serta dikaitkannya pula latar “Jacquarie”, yaitu pemberontakan petani yang terjadi di daerah utara Perancis. Istilah “Jacquarie” digunakan sebagai lontaran cemooh bangsawan kepada petani yang mereka anggap sebagai kaum rendahan. Tema ini dilatarbelakangi oleh fenomena kontroversial dan menarik dalam pelajaran sejarah musik yang mereka pelajari.